Mengapa Arus Sekering Harus Dibatasi Agar Tidak Melebihi Arus Terukur Sekering?
Dalam desain dan instalasi kelistrikan, sekring putus berfungsi sebagai elemen proteksi arus lebih yang fundamental. Arus terukurnya menentukan arus stabil maksimum yang dapat ditahan oleh elemen sekring dalam kondisi operasi normal. Jika arus sekring melebihi nilai terukur ini, logam di dalam kawat sekring akan meleleh karena akumulasi panas yang berlebihan, yang menyebabkan gangguan sirkuit.
Prinsip kerja sekring didasarkan pada efek termal: panas dihasilkan ketika arus mengalir. Jika arus tetap di atas nilai terukur, suhu kawat logam akan naik ke titik lelehnya, yang menyebabkannya meleleh.
Jika arus sekring melebihi nilai terukur, dalam keadaan normal, sekring dapat putus sebelum waktunya, yang menyebabkan gangguan sirkuit yang sering terjadi dan memengaruhi kestabilan pengoperasian peralatan. Dalam kasus yang parah, sekring dapat gagal memutus arus gangguan tepat waktu, yang menyebabkan kerusakan peralatan atau risiko kebakaran.
